Ketua ICMI sepakati pertanyaan dan pernyataan FPII


Majalengka – ICMI Orda Majalengka melangsungkan kegiatan forum keterbukaan informasi publik Dengan tema ” PENGUATAN STRATEGI KOMUNIKASI UNTUK INFORMASI KETERBUKAAN PUBLIK” kegiatan tersebut di kemas dalam bentuk FGD ( Forum Group Discusion), DR.H. Diding Bajuri MsI selaku pemrakarsa dan juga ketua ICMI membuka forum diskusi yang mana sebelumnya beliau memaparkan beberapa materi melalui slide di infocus, setelah itu berurutan pemateri berikut nya memaparkan dari Kominfo di bawakan oleh kadisnya H.Irwan S.st Mi dan terakhir diisi oleh perwakilan ormas NU oleh dr Nurhidayat, selanjutnya sebagai pembuka pertanyaan pertama di persilahkan kepada perwakilan FPII ( Forum Pers Independen Indonesia) yang mana di wakili oleh Asep Wanda Spd.I ( Wakil ketua ) dalam pertanyaanya kang “Aswan” panggilan akrabnya mempertanyakan bagaimana mungkin bisa pemerintah berjalan dalam keterbukaan informasi publik jika penetrasi politik masuk kesemua lini terlebih di tubuh birokrasi dan pertanyaan kedua dari FPIi di tanyakan oleh Wawan Gunawan (Kadiv divisi hukum ) pertanyaan menyinggung bahwa di Majalengka adakah penyakit moral yang tidak ada di Majalengka jelas bahwa pertanyaan ini adalah sebuah pernyataan yang harus di jawab dan di repleksikan oleh ICMI yang mana ICMI adalah jembatan yang harus mampu menjawab realita publik, di waktu yang sama Diding langsung menjawab pertanyaan dari Aswan dan Wawan Gunawan, ” penetrasi politik apa yang di utarakan kang aswan memang benar adanya, sesuai dengan buku karangan Tan Malaka bahwa materialisme dialektika dan logikalah yang akan menghancurkan semua nya, tak di pungkiri politik membawa dampak ketidaknetralan dan menjadi ambigu mana kala kita berharap untuk transparansi,” pungkas Diding. Ditambahkan juga di pembukaan awal acara ketua ICMI Majalengka meminta permohonan maaf kepada rekan rekan media atas kejadian di hotel garden.

Pos terkait